Cuplikan lara

  segenap kemauan tak terbantahkan

lagi-lagi mengusik di tengah rembulan malam yang memerah

pagi yang syahdu, ramai yang sepi ,sendu yang lirih,

kesunyian yang ribut , kicau yang berkicau di kepala ,

komat-kamit mulut yang entah berantah , menyalahkan diri yang tak pantas,

perkara kau yang ku lepas , perkara aku yang menyalahkan diri sendiri.

,

kadang memang dirasa betapa ketidakadilan menghantui diri

kadang pula dirasa , kepantasan seperti apa yang harus di terima diri ini 

aku yang lirih tidak ada tempat mengupayakan isi hati sebenarnya 

atau lirih ku telah kau semayamkan sampai tak bisa bersuara 

hanya bisa menggenggam kepedihan yang ku maksud dengan lebih mandiri

,

terima kasih kisah panjang kita ,

terima kasih , izinkan aku pulang kembali di waktu yang di tentukan 

aku berharap ini bisa menjadi tambahan selipan kisah yang menjadikan

kita lebih ada di suatu hari yang cerah.



Komentar